Pandemi Covid-19 menyebabkan sepinya pengunjung wisata di kawasan wisata Desa Wringinsongo sehingga pembelian produk UMKM menurun signifikan, bahkan produk olahan makanan seperti jamu dan keripik harus dibuang karena kadaluarsa. Kondisi kelangkaan pembeli tersebut membutuhkan penanganan segera berupa penambahan bentuk promosi online agar UMKM Desa Wringinsongo dapat menjangkau pembeli yang berada di luar kawasan wisata. Untuk menjawab permasalahan tersebut, program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu survei dan analisis data primer ke Desa Wringinsongo; penjelasan kegiatan dan penandatanganan kontrak dengan ketua UMKM; pelaksanaan pretest pengetahuan promosi online; pelaksanaan presentasi dan tanya jawab penggunaan E-catalog (materi pengenalan E-catalog, contoh penggunaan, simulasi melalui smartphone, dan sesi tanya jawab); pelaksanaan posttest; serta monitoring dan evaluasi. E-catalog dibangun berbentuk website yang menampilkan judul laman, gambar produk yang tertaut (link) ke informasi detail berupa komposisi, harga, dan nomor kontak, serta dilengkapi barcode/QR code agar calon pembeli dapat langsung mengakses laman tanpa mengetik alamat web. Hasilnya, pada indikator pemahaman peserta tentang media promosi online (E-catalog), terdapat dampak perbaikan berupa peningkatan pemahaman peserta yang cukup signifikan, ditunjukkan dengan rata-rata nilai pretest sebesar 31,94% yang meningkat menjadi 67,35% pada posttest (naik 35,41%), setelah sebelumnya peserta belum begitu memahami media promosi online tersebut. Selain itu, pada indikator ketersediaan media promosi online bagi UMKM Desa Wringinsongo, terdapat peningkatan berupa tersedianya website E-catalog beserta barcode yang dapat diakses baik melalui komputer maupun smartphone untuk mendukung promosi online sekaligus transaksi offline, setelah sebelumnya promosi produk hanya dilakukan secara offline dan sangat bergantung pada pengunjung wisata desa. Hasil kuesioner kepuasan mitra menunjukkan nilai yang sangat baik terhadap kebermanfaatan E-catalog. Peserta terlihat sangat memahami materi hingga tidak menimbulkan pertanyaan pada akhir sesi, dan kepala desa menyampaikan apresiasi atas program ini sebagai sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Dari sisi keberlanjutan, tidak disebutkan dokumen legalitas (SK/SOP) formal dalam artikel; hanya terdapat kontrak kegiatan dengan ketua UMKM Desa Wringinsongo. Rencana kerja dan anggaran juga tidak disebutkan secara eksplisit maupun dirinci sumber anggarannya. Ketersediaan SDM ada, yaitu tim pengabdian yang berlatar belakang sistem informasi (Teknik Elektro Polinema) dan berpengalaman dalam pembuatan website. Terdapat fasilitas/sarana prasarana berupa website E-catalog dan barcode yang telah selesai dibuat dan dapat diakses, didukung dengan teknologi platform website E-catalog serta barcode/QR code untuk kemudahan akses. Selain itu, terdapat pula komitmen mitra lanjutan berupa saran agar pengabdian dapat dilanjutkan dengan memperpanjang domain dan melengkapi fitur E-catalog secara lebih baik. Disarankan diadakan kegiatan pengabdian yang serupa sehingga masa sewa domain E-catalog dapat diperpanjang dan fitur E-catalog dapat dilengkapi dengan lebih baik. Pelaku UMKM juga disarankan memanfaatkan barcode yang telah dibuat dengan meletakkannya di tempat-tempat strategis agar memudahkan calon pembeli mengakses katalog produk.