Berita Pengabdian Masyarakat

Halaman ini menyajikan berbagai program dan inisiatif pengabdian kepada masyarakat Polinema yang berkontribusi pada pencapaian
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Filter

Batal
Pengembangan Konten Visual Menarik untuk Memperkuat Kesadaran Merek Produk "Sari Kunyit Asem WR9" Desa Wringinsongo, Kabupaten Malang
09 October 2026

Pengembangan Konten Visual Menarik untuk Memperkuat Kesadaran Merek Produk "Sari Kunyit Asem WR9" Desa Wringinsongo, Kabupaten Malang

UMKM “Sari Kunyit Asem WR9” di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang memproduksi minuman tradisional berbasis rempah dengan kualitas baik, namun menghadapi rendahnya kesadaran merek (brand awareness) akibat keterbatasan promosi digital. Pelaku usaha juga belum memiliki kemampuan memadai dalam membuat konten visual yang menarik dan konsisten, sehingga pesan pemasaran sulit tersampaikan secara efektif di platform e-commerce dan berdampak pada potensi penjualan serta pertumbuhan usaha. Untuk menjawab permasalahan tersebut, metode dilaksanakan melalui 5 tahap. Tahap pertama adalah interaksi sosial dan pendekatan partisipatif dengan mitra. Tahap kedua adalah komunikasi dan identifikasi masalah, termasuk penyusunan analisis Segmentation-Targeting-Positioning (STP). Tahap ketiga adalah penyusunan konsep desain konten visual (warna, layout, font) dengan pemanfaatan tools sederhana seperti Canva. Tahap keempat adalah pelaksanaan pengembangan konten meliputi pengambilan gambar, pemilihan dan penyusunan visual, editing menggunakan aplikasi desain, finalisasi layout, penyusunan caption dan copywriting berbantuan AI (ChatGPT), serta pengunggahan cover etalase dan foto produk ke e-commerce Shopee. Terakhir, tahap kelima adalah monitoring dan evaluasi melalui metrik media sosial (engagement rate, reach, impression) serta evaluasi kualitatif bersama mitra. Hasilnya, pada indikator kesadaran merek (brand awareness) dan kualitas konten promosi, terdapat dampak perbaikan bahwa tersedia konten visual informatif dan estetis (banner toko, deskripsi produk, panduan penyimpanan, layanan pelanggan) yang terpublikasi di Shopee setelah sebelumnya konten visual belum menarik dan konsisten; promosi digital terbatas. Kemudian pada indikator performa/kunjungan toko pada e-commerce Shopee, terdapat tren kenaikan signifikan performa toko selama 30 hari (24 Mei–23 Juni 2025), dengan lonjakan pengunjung tertinggi pada 28 Mei 2025 serta produk terlaris kemasan 120 ml dan 350 ml setelah sebelumnya data awal kunjungan toko tidak dirinci dalam artikel. Evaluasi kualitatif bersama mitra menunjukkan peningkatan interaksi audiens, penguatan citra merek, dan meningkatnya kesadaran terhadap produk Sari Kunyit Asem WR9. Artikel tidak mencantumkan kutipan testimony tertulis dari mitra secara langsung. Dari sisi keberlanjutan, pada aspek Legalitas (SK/SOP), status ketersediaannya Belum Ada, karena tidak disebutkan dokumen SK/SOP formal terkait pengelolaan konten pemasaran dalam artikel. Kemudian pada aspek Rencana Kerja & Anggaran, status ketersediaannya Belum Ada, karena tidak disebutkan sumber anggaran maupun rencana kerja program secara rinci. Pada aspek Sumber Daya Manusia (SDM), status ketersediaannya Ada, karena pelaku UMKM Sari Kunyit Asem WR9 telah mendapat pendampingan dan terlibat aktif memproduksi konten. Selanjutnya pada aspek Fasilitas/Sarana-Prasarana, status ketersediaannya Ada, karena akun toko pada e-commerce Shopee telah aktif digunakan sebagai etalase produk. Pada aspek Teknologi yang Digunakan, status ketersediaannya Ada, karena digunakan aplikasi desain (Canva), teknologi AI (ChatGPT) untuk copywriting, dan platform e-commerce Shopee. Kemudian pada aspek Komitmen Mitra Lanjutan, status ketersediaannya Ada, karena terdapat rekomendasi agar pelaku usaha konsisten memanfaatkan e-commerce dan membangun identitas digital berkelanjutan. Pelaku usaha direkomendasikan untuk secara konsisten memanfaatkan platform e-commerce sebagai media utama promosi dan penjualan, membangun identitas digital yang berkelanjutan melalui strategi komunikasi yang mencerminkan nilai produk, serta mengeksplorasi platform e-commerce lain (Tokopedia, TikTok Shop, Instagram Shopping) untuk memperluas jangkauan pemasaran di masa mendatang.

SDG 1 SDG 4 SDG 9 SDG 17
Baca selengkapnya
Pembuatan E-Catalog Guna Upaya Peningkatan Ekonomi Desa Wringinsongo di Era New Normal
09 October 2026

Pembuatan E-Catalog Guna Upaya Peningkatan Ekonomi Desa Wringinsongo di Era New Normal

Pandemi Covid-19 menyebabkan sepinya pengunjung wisata di kawasan wisata Desa Wringinsongo sehingga pembelian produk UMKM menurun signifikan, bahkan produk olahan makanan seperti jamu dan keripik harus dibuang karena kadaluarsa. Kondisi kelangkaan pembeli tersebut membutuhkan penanganan segera berupa penambahan bentuk promosi online agar UMKM Desa Wringinsongo dapat menjangkau pembeli yang berada di luar kawasan wisata. Untuk menjawab permasalahan tersebut, program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu survei dan analisis data primer ke Desa Wringinsongo; penjelasan kegiatan dan penandatanganan kontrak dengan ketua UMKM; pelaksanaan pretest pengetahuan promosi online; pelaksanaan presentasi dan tanya jawab penggunaan E-catalog (materi pengenalan E-catalog, contoh penggunaan, simulasi melalui smartphone, dan sesi tanya jawab); pelaksanaan posttest; serta monitoring dan evaluasi. E-catalog dibangun berbentuk website yang menampilkan judul laman, gambar produk yang tertaut (link) ke informasi detail berupa komposisi, harga, dan nomor kontak, serta dilengkapi barcode/QR code agar calon pembeli dapat langsung mengakses laman tanpa mengetik alamat web. Hasilnya, pada indikator pemahaman peserta tentang media promosi online (E-catalog), terdapat dampak perbaikan berupa peningkatan pemahaman peserta yang cukup signifikan, ditunjukkan dengan rata-rata nilai pretest sebesar 31,94% yang meningkat menjadi 67,35% pada posttest (naik 35,41%), setelah sebelumnya peserta belum begitu memahami media promosi online tersebut. Selain itu, pada indikator ketersediaan media promosi online bagi UMKM Desa Wringinsongo, terdapat peningkatan berupa tersedianya website E-catalog beserta barcode yang dapat diakses baik melalui komputer maupun smartphone untuk mendukung promosi online sekaligus transaksi offline, setelah sebelumnya promosi produk hanya dilakukan secara offline dan sangat bergantung pada pengunjung wisata desa. Hasil kuesioner kepuasan mitra menunjukkan nilai yang sangat baik terhadap kebermanfaatan E-catalog. Peserta terlihat sangat memahami materi hingga tidak menimbulkan pertanyaan pada akhir sesi, dan kepala desa menyampaikan apresiasi atas program ini sebagai sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Dari sisi keberlanjutan, tidak disebutkan dokumen legalitas (SK/SOP) formal dalam artikel; hanya terdapat kontrak kegiatan dengan ketua UMKM Desa Wringinsongo. Rencana kerja dan anggaran juga tidak disebutkan secara eksplisit maupun dirinci sumber anggarannya. Ketersediaan SDM ada, yaitu tim pengabdian yang berlatar belakang sistem informasi (Teknik Elektro Polinema) dan berpengalaman dalam pembuatan website. Terdapat fasilitas/sarana prasarana berupa website E-catalog dan barcode yang telah selesai dibuat dan dapat diakses, didukung dengan teknologi platform website E-catalog serta barcode/QR code untuk kemudahan akses. Selain itu, terdapat pula komitmen mitra lanjutan berupa saran agar pengabdian dapat dilanjutkan dengan memperpanjang domain dan melengkapi fitur E-catalog secara lebih baik. Disarankan diadakan kegiatan pengabdian yang serupa sehingga masa sewa domain E-catalog dapat diperpanjang dan fitur E-catalog dapat dilengkapi dengan lebih baik. Pelaku UMKM juga disarankan memanfaatkan barcode yang telah dibuat dengan meletakkannya di tempat-tempat strategis agar memudahkan calon pembeli mengakses katalog produk.

SDG 1 SDG 4 SDG 9
Baca selengkapnya
Peningkatan Eksposur Digital UMKM Desa Wringinsongo Kabupaten Malang Melalui Perancangan Katalog Digital.
09 October 2026

Peningkatan Eksposur Digital UMKM Desa Wringinsongo Kabupaten Malang Melalui Perancangan Katalog Digital.

Desa Wringinsongo memiliki potensi produk UMKM yang beragam (kerajinan lokal, makanan khas, hasil pertanian) dengan nilai pasar tinggi, namun banyak UMKM kesulitan mempromosikan produknya secara efektif di era digital. Keterbatasan aksesibilitas, minimnya pemahaman pemasaran digital, dan kurangnya materi promosi berkualitas menjadi permasalahan utama yang menghambat pertumbuhan UMKM di desa ini. Untuk menjawab permasalahan tersebut, program dilaksanakan dalam 4 tahap. Tahap pertama adalah analisis kebutuhan melalui wawancara dan observasi. Tahap kedua adalah pengembangan katalog digital bekerja sama dengan tim desain grafis dan fotografer profesional. Tahap ketiga adalah pelatihan pemasaran digital (media sosial, marketplace, teknik digital marketing). Tahap keempat adalah pendampingan serta evaluasi implementasi. Katalog digital mencakup foto produk berkualitas tinggi, deskripsi produk menarik, dan informasi harga kompetitif, yang diunggah ke berbagai platform digital termasuk media sosial dan marketplace. Hasilnya, pada indikator kualitas foto dan materi promosi produk, terdapat dampak perbaikan bahwa foto produk profesional dengan desain kemasan visual menjadi lebih menarik setelah sebelumnya foto produknya sederhana. Kemudian pada indikator eksposur produk di platform digital, terdapat peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan dalam tiga bulan pertama sejak katalog diunggah karena sebelumnya belum optimal secara jangkauan pasar yang terbatas. Dari sisi keberlanjutan, tidak disebutkan dokumen legalitas (SK/SOP) formal dalam artikel. Rencana kerja dan anggaran juga tidak disebutkan secara eksplisit. Ketersediaan SDM ada dan telah mengikuti pelatihan pemasaran di media sosial dan marketplace. Terdapat fasilitas/sarana prasarana berupa kamera digital, perangkat lunak desain grafis, dan akses internet yang digunakan dalam produksi katalog. Teknologi yang digunakan yaitu media sosial dan platform marketplace sebagai media pengunggahan katalog digital. Pada komitmen mitra, disebutkan pula harapan keberlanjutan program melalui pendampingan lebih lanjut dan monitoring berkala. Maka, dapat disimpulkan bahwa dampak positif program diharapkan dapat berkelanjutan melalui pendampingan lebih lanjut dan monitoring performa katalog secara berkala, agar UMKM semakin mandiri dalam mengelola strategi pemasaran digital dan memperluas jangkauan pasar.

SDG 1 SDG 4 SDG 9
Baca selengkapnya
Pelatihan dan Pendampingan Penguatan Kapasitas Usaha dan Legalitas UMKM Desa Wringinsongo Kabupaten Malang
09 October 2026

Pelatihan dan Pendampingan Penguatan Kapasitas Usaha dan Legalitas UMKM Desa Wringinsongo Kabupaten Malang

UMKM Desa Wringinsongo, khususnya di sektor pangan olahan, menghadapi lemahnya administrasi usaha (belum ada pemisahan uang pribadi dan uang usaha) serta ketiadaan legalitas formal seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), izin PIRT, sertifikasi halal, dan pendaftaran merek dagang. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya daya saing, keterbatasan akses pasar, serta minimnya peluang kerja sama dengan pemerintah maupun pihak swasta. Untuk menjawab permasalahan tersebut, program dilaksanakan melalui 5 tahap. Tahap pertama berupa pelatihan tatap muka dengan materi peran Dinas Koperasi, prosedur pengurusan NIB, PIRT, sertifikasi halal, dan pendaftaran merek dagang, serta strategi pemasaran digital. Tahap kedua adalah diskusi interaktif bersama narasumber dari Dinas Koperasi Kabupaten Malang. Tahap ketiga adalah pendampingan teknis berupa praktik langsung pengurusan dokumen legalitas (pendaftaran NIB melalui sistem OSS, pengajuan PIRT, pengumpulan dokumen sertifikasi halal dan merek dagang). Tahap keempat adalah fasilitasi pengurusan legalitas secara langsung oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang bagi 30 peserta UMKM. Terakhir, tahap kelima adalah evaluasi kegiatan melalui wawancara, observasi, diskusi kelompok, serta peninjauan dokumen legalitas yang berhasil diurus. Hasilnya, pada indikator pemahaman peserta tentang legalitas usaha, terjadi peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Peserta yang sebelumnya belum memahami secara menyeluruh mengenai NIB, PIRT, sertifikasi halal, dan merek dagang menjadi lebih memahami pentingnya legalitas usaha untuk mendukung pengembangan usaha. Selain itu, pada indikator kepemilikan izin usaha formal, terjadi peningkatan jumlah peserta yang memiliki izin usaha formal. Peserta yang sebelumnya belum memiliki NIB, PIRT, maupun sertifikasi halal mulai memiliki atau mengurus izin tersebut, sehingga usaha peserta menjadi lebih tertib secara administratif dan memiliki legalitas yang lebih jelas. Pada aspek keberlanjutan dan sumber daya, program didukung oleh ketersediaan legalitas berupa NIB, PIRT, dan/atau sertifikasi halal yang telah diperoleh oleh 90% peserta melalui fasilitasi Dinas Koperasi. Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh rencana kerja dan anggaran melalui skema Hibah Pemberdayaan Desa Binaan Multi Tahun dari Kemendiktisaintek, serta sumber daya manusia berupa tim pengabdian dosen lintas jurusan Polinema dan narasumber dari Dinas Koperasi Kabupaten Malang. Dari sisi fasilitas, kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Wringinsongo dengan dukungan sistem OSS untuk proses pengurusan legalitas usaha. Teknologi OSS juga digunakan dalam pendaftaran NIB secara digital sehingga mempermudah peserta dalam mengurus legalitas usahanya. Selain itu, terdapat komitmen mitra untuk keberlanjutan program melalui jejaring kolaborasi antara UMKM dan Dinas Koperasi dalam bentuk pembinaan dan pendampingan lanjutan. Dengan demikian, keberlanjutan program didukung oleh aspek legalitas, pendanaan, SDM, fasilitas, teknologi, dan komitmen mitra.

SDG 1 SDG 4 SDG 9
Baca selengkapnya
Sistem Informasi Strategi Pemulihan Ekonomi Wisata Dalam Meningkatkan Pendapatan Desa Wringinsongo di Era New Normal Pasca COVID-19
09 October 2026

Sistem Informasi Strategi Pemulihan Ekonomi Wisata Dalam Meningkatkan Pendapatan Desa Wringinsongo di Era New Normal Pasca COVID-19

Pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan drastis wisatawan dan pendapatan Desa Wringinsongo (Kec. Tumpang, Kab. Malang) yang memiliki potensi wisata alam (pemandian) dan kuliner. Permasalahan utama yang dihadapi adalah manajemen konvensional, minimnya promosi digital, dan keterbatasan keterampilan TI masyarakat. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim mengembangkan Sistem Informasi Strategi Pemulihan Ekonomi Wisata berbasis website terintegrasi Virtual Tour 360° untuk mendorong promosi, penjualan tiket online, dan pemulihan ekonomi lokal di era new normal. Sistem Informasi Strategi Pemulihan Ekonomi Wisata berbasis website ini dibangun dengan framework Laravel dan basis data MySQL. Sistem memiliki 8 menu utama: beranda, destinasi wisata, Virtual Tour 360° berbasis JavaScript, pemesanan tiket online terintegrasi payment gateway, UMKM & kuliner, kalender acara, dashboard superadmin untuk perangkat desa, serta kontak & informasi. Sistem juga dilengkapi SOP pelatihan pengelolaan portal bagi perangkat desa (superadmin) dan pelaku UMKM (pemasaran digital). Dalam pengembangannya, risiko yang teridentifikasi meliputi keterbatasan keahlian teknis perangkat desa dalam jangka panjang yang dapat menyebabkan konten portal tidak diperbarui secara rutin sehingga informasi menjadi usang. Risiko tersebut dapat dimitigasi melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan serta perancangan dashboard dengan antarmuka yang intuitif. Selain itu, terdapat risiko ketergantungan pada satu sistem terpusat melalui superadmin desa yang dapat mengganggu operasional apabila terjadi pergantian personel pengelola. Untuk mengatasinya, diperlukan SOP pengelolaan secara tertulis serta regenerasi admin sistem secara berkala. Sistem dirancang agar dapat dikelola mandiri oleh perangkat Desa Wringinsongo. Ke depan, saran pengembangan lanjutan meliputi: fitur Augmented Reality (AR), diversifikasi paket wisata tematik, penguatan branding digital (SEO, kolaborasi influencer), pelatihan lanjutan berkala, infrastruktur wisata ramah lingkungan, penguatan kolaborasi multi-pihak, serta monitoring dan evaluasi berkala terhadap kinerja sistem dan dampak ekonominya.

SDG 1 SDG 9 SDG 17
Baca selengkapnya
SDGs Center UNDIP Pertemukan Peserta dari 27 Negara dalam Summer Course tentang Inovasi Pengelolaan Sampah
22 August 2026

SDGs Center UNDIP Pertemukan Peserta dari 27 Negara dalam Summer Course tentang Inovasi Pengelolaan Sampah

Semarang – Universitas Diponegoro (UNDIP) semakin memperkuat perannya dalam mendukung agenda keberlanjutan global melalui penyelenggaraan Summer Course SDGs Center 2026 bertajuk Community-Based Waste Upcycling for New Resources yang berlangsung pada 5–20 Mei 2026. Program internasional yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh SDGs Center UNDIP ini menjadi ruang kolaborasi lintas negara dalam membahas pengelolaan sampah berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan inovasi pengolahan limbah berbasis masyarakat. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta internasional. Sebanyak 74 peserta dari 27 negara turut ambil bagian, terdiri atas 13 peserta dari Indonesia dan 61 peserta internasional. Dari jumlah tersebut, 20 peserta hadir langsung di Semarang, sementara peserta lainnya mengikuti rangkaian kegiatan secara daring dari berbagai negara. Melalui program ini, peserta memperoleh pembelajaran komprehensif mengenai sistem pengelolaan sampah terpadu, konsep ekonomi sirkular, hingga dinamika politik dan ekonomi global yang memengaruhi tata kelola limbah di berbagai negara. Selain sesi akademik daring, peserta yang hadir secara langsung di Semarang juga mendalami berbagai praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas serta teknologi pengolahan limbah modern yang berkembang di Indonesia. Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah kunjungan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) UNDIP. Di lokasi tersebut, peserta menyaksikan secara langsung penerapan teknologi pirolisis yang mampu mengubah sampah menjadi produk bernilai guna, serta sistem budidaya maggot yang dimanfaatkan untuk mempercepat pengolahan limbah organik. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis mengenai bagaimana inovasi berbasis riset dapat diterapkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Peserta juga melakukan site visit ke Desa Kemudo, Kabupaten Klaten, untuk mempelajari praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah berjalan di tingkat desa. Melalui kunjungan tersebut, peserta melihat bagaimana kolaborasi masyarakat mampu membangun sistem pengelolaan limbah yang efektif sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga. Sebagai bagian dari evaluasi program, seluruh peserta mempresentasikan proyek akhir berupa gagasan dan solusi inovatif terkait pengelolaan sampah berbasis komunitas dalam sesi final pitching. Berbagai ide yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi inspirasi dan diterapkan di negara masing-masing sebagai solusi terhadap persoalan limbah yang semakin kompleks di tingkat global. Kepala SDGs Center UNDIP, Prof. Bulan Prabawani, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen UNDIP dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Program ini diharapkan menjadi platform strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional sekaligus mendorong pengembangan inovasi keberlanjutan di masa mendatang,” ujarnya. Melalui penyelenggaraan Summer Course internasional ini, UNDIP tidak hanya menjadi pusat pertukaran pengetahuan global, tetapi juga memperkenalkan berbagai praktik inovatif pengelolaan sampah yang berkembang di Indonesia kepada peserta dari berbagai negara. Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen UNDIP dalam membangun jejaring akademik internasional dan menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan, sejalan dengan semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat

SDG 9 SDG 17
Baca selengkapnya
SDGs Center Universitas Gorontalo Perkuat Kapasitas Mahasiswa dengan Inovasi Berbasis SDGs
22 August 2026

SDGs Center Universitas Gorontalo Perkuat Kapasitas Mahasiswa dengan Inovasi Berbasis SDGs

Gorontalo – Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi inovatif, terhadap berbagai tantangan pembangunan melalui integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi digital. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Pusat Studi SDGs Centre UNG, Raghel Yunginger,di Gorontalo, Minggu (10/4/2026) Raghel menyatakan, kontribusi mahasiswa sangat penting untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat secara berkelanjutan dan terukur sesuai target Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. "Mahasiswa memiliki peran penting dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan pembangunan. Peluang kolaborasi dan penguatan kapasitas mahasiswa harus terus diperluas agar kontribusi terhadap pencapaian SDGs semakin nyata," ujar Raghel. Raghel menyatakan, program itu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengalaman sukses, seperti pada program Innovillage. Sedangkan, Ketua Panitia, Lia Amalia, menyebutkan bahwa peserta diwajibkan menyusun karya tulis inovatif sebagai tindak lanjut pelatihan. Pelatihan yang bekerja sama dengan lembaga internasional Jerman, Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ),bertujuan membekali mahasiswa semester 2 dan 4 dari seluruh fakultas untuk menyusun gagasan inovatif berbasis potensi daerah. Beberapa inovasi yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut di antaranya adalah pengembangan produk Virgin Coconut Oil (VCO) dan tepung kelapa oleh kelompok Coco Health untuk penguatan ekonomi lokal. Selain itu, terdapat inovasi aplikasi VIDA Digital yang berfokus pada dukungan mental dan edukasi bagi penyintas HIV/AIDS guna mengurangi stigma di masyarakat melalui pendekatan digital. Ketua Panitia, Lia Amalia, menyebutkan bahwa peserta diwajibkan menyusun karya tulis inovatif sebagai tindak lanjut pelatihan. Berdasarkan hasil penilaian tim juri, karya tulis terbaik pertama diraih oleh Rayyan Zulfanifalh Lasanuddin dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan, disusul Nalar Fakhrurozi Moridu dari Fakultas Kedokteran di posisi kedua, dan Moh. Aditya Maulana Daud dari Fakultas Teknik di posisi ketiga. Kegiatan pelatihan penguatan pemahaman SDGs dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UNG, Abdul Hafidz Olii. Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, perwakilan Bappeda Provinsi Gorontalo, dan Advisor GIZ ini menghadirkan narasumber nasional seperti Runik Machfiroh dari Telkom University, Maghdalena Pakaya, serta Sri Sutarni Arifin. Agenda ditutup oleh Advisor GIZ di Gorontalo, Bobi R. Payu, yang menekankan pentingnya kemitraan multipihak dalam investasi pembangunan jangka panjang.

SDG 4 SDG 9 SDG 17
Baca selengkapnya
Dies Natalis ke-61 UNNES: Perkuat Dukungan untuk Kampus Berdampak dan Pencapaian SDGs
22 August 2026

Dies Natalis ke-61 UNNES: Perkuat Dukungan untuk Kampus Berdampak dan Pencapaian SDGs

Perayaan Dies Natalis ke-61 Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh sivitas akademika dalam mendukung visi universitas sebagai Universitas Bereputasi Dunia dan Pelopor Kecemerlangan Pendidikan yang Berwawasan Konservasi. Mengusung tema “Bergerak, Berdampak!”, peringatan tahun ini menegaskan tekad UNNES untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Dalam pidato tahunan yang tertuang dalam Laporan Tahunan Rektor 2026, Rektor UNNES Prof. S. Martono menyampaikan bahwa pada usia ke-61 tahun, UNNES menghadapi tantangan baru untuk terus mengaktualisasikan diri agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. “Semangat tersebut diwujudkan melalui penguatan kontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang terintegrasi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” jelas Prof. S. Martono di Auditorium Prof. Wuryanto, Gunungpati, Semarang, Senin 8 Juni 2026. Sejalan dengan arah kebijakan universitas tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian penting dalam pencapaian target strategis universitas. “FISIP semakin maju dan mendukung secara maksimal visi UNNES melalui pengembangan ilmu-ilmu sosial dan ilmu politik. Kami juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata terhadap capaian SDGs yang menjadi agenda penting universitas,” ujar Dekan FISIP, Prof. Arif Purnomo. Menurutnya, FISIP memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan kebijakan publik, pemberdayaan masyarakat, penguatan demokrasi, hingga kajian sosial yang berkontribusi pada penyelesaian berbagai persoalan pembangunan. Peran tersebut selaras dengan mandat FISIP dalam melaksanakan pembelajaran kritis, penelitian kebijakan dan masyarakat, serta pengabdian melalui advokasi sosial dan pengembangan kebijakan publik. Arum Wulan Sucitra, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2025, menyampaikan harapannya agar UNNES terus berkembang sebagai kampus unggul yang mampu mencetak generasi berprestasi. “Selamat ulang tahun ke-61 untuk Universitas Negeri Semarang. Semoga di usia yang ke-61 ini, UNNES semakin berkembang, terus mencetak lulusan yang berprestasi, serta menjadi kampus yang nyaman untuk belajar, berkarya, dan bertumbuh. Semoga seluruh keluarga besar UNNES selalu diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam setiap langkahnya.” Dhoni Frizky, mahasiswa Program Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) menilai lingkungan akademik FISIP mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui fasilitas yang memadai dan berbagai program internasional. “Kuliah di FISIP menyenangkan. Fasilitas perkuliahan lengkap. Selain itu, juga sering diselenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan dosen dan akademisi dari luar negeri sehingga menambah wawasan mahasiswa,” kata Dhoni. Dalam laporan rektor disebutkan bahwa UNNES terus mengembangkan pendidikan berbasis Outcome-Based Education (OBE), memperkuat kolaborasi global, meningkatkan akreditasi internasional, serta mendorong inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Memasuki usia ke-61 tahun, UNNES juga menegaskan transformasinya sebagai Kampus Berdampak yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

SDG 9 SDG 17
Baca selengkapnya
SDGs Center dan DIHSIP UNJ Dorong Transformasi Data Menjadi Dampak melalui Peluncuran Dashboard SDGs Bersama BAPPENAS
22 August 2026

SDGs Center dan DIHSIP UNJ Dorong Transformasi Data Menjadi Dampak melalui Peluncuran Dashboard SDGs Bersama BAPPENAS

Jakarta – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan tata kelola data yang terintegrasi dan berbasis bukti. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan “From Data to Impact: Strengthening Community Action and Evidence-Based SDGs Reporting at UNJ” yang diselenggarakan oleh SDGs Center UNJ bersama Direktorat Inovasi, Hilirisasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan (DIHSIP) UNJ pada Selasa, 9 Juni 2026, di Aula Maftuchah Yusuf, Gedung Dewi Sartika Lantai 2 UNJ. Mengusung tema “Data, Evidence, Impact for SDGs”, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 180 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta berbagai mitra dan pemangku kepentingan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis UNJ dalam membangun budaya pengambilan keputusan berbasis data sekaligus memperkuat sistem pelaporan capaian SDGs yang akuntabel, terukur, dan berdampak. Dalam laporannya, Ketua Program Equity UNJ sekaligus Direktur Inovasi, Hilirisasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan UNJ, Murti Kusuma Wirasti, menjelaskan bahwa penguatan sistem data SDGs merupakan kebutuhan mendesak bagi perguruan tinggi. Menurutnya, berbagai aktivitas tridarma yang telah dilakukan sivitas akademika sering kali menghasilkan dampak yang besar bagi masyarakat, namun belum seluruhnya terdokumentasi secara sistematis dan terintegrasi. “Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan program yang baik, tetapi juga mampu menunjukkan dampaknya secara terukur. Karena itu, transformasi dari sekadar pengumpulan data menuju pelaporan berbasis bukti menjadi langkah penting untuk memperlihatkan kontribusi nyata universitas terhadap pembangunan berkelanjutan,” ujarnya. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi UNJ, Prof. Fahrurrozi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa data yang valid dan terdokumentasi dengan baik merupakan fondasi utama dalam membangun kebijakan yang tepat serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional. “Melalui SDGs Center dan Dashboard SDGs yang hari ini diluncurkan, UNJ ingin memastikan bahwa setiap program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun tata kelola institusi dapat terukur kontribusinya terhadap pencapaian SDGs. Ini merupakan bagian dari upaya UNJ menjadi perguruan tinggi yang berdampak dan berorientasi pada solusi bagi masyarakat,” ungkap Prof. Fahrurrozi. Sebagai pembicara kunci, Kepala Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, menyampaikan keynote speech bertajuk “SDGs Indonesia 2030: Tantangan, Peluang, dan Peran Generasi Muda.” Ia menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dan generasi muda dalam mendukung percepatan pencapaian target SDGs melalui inovasi, kolaborasi, serta pemanfaatan data yang kredibel. Rangkaian kegiatan juga menghadirkan sesi Talkshow Social Connect (SoCo) bersama Managing Director Social Connect, Andi, yang membahas praktik baik dalam membangun ruang aman, komunitas yang inklusif, serta penguatan aksi sosial berbasis kolaborasi. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman teknis mengenai pengelolaan data SDGs melalui sesi Kick Off Dashboard SDGs UNJ yang dipaparkan oleh Ketua SDGs Center UNJ, Ervina Maulida, dan dilanjutkan dengan simulasi penggunaan dashboard sebagai instrumen penguatan evidence data di lingkungan UNJ. Peluncuran Dashboard SDGs UNJ menjadi salah satu capaian penting dalam implementasi Program Equity yang didukung oleh Kemendiktisaintek dan LPDP. Kehadiran dashboard tersebut memungkinkan integrasi, visualisasi, serta pemantauan capaian SDGs secara lebih sistematis dan terpusat. Melalui platform ini, berbagai data terkait pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemitraan, dan tata kelola institusi dapat terdokumentasi secara lebih efektif dan mudah diverifikasi. Melalui kegiatan ini, UNJ tidak hanya memperkuat kapasitas sivitas akademika dalam menyusun pelaporan SDGs berbasis bukti, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa data berkualitas merupakan fondasi utama dalam menciptakan kebijakan, program, dan aksi komunitas yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ke depan, SDGs Center UNJ akan terus mengembangkan Dashboard SDGs melalui pemutakhiran data secara berkala, pendampingan unit kerja, serta penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna memastikan kontribusi UNJ terhadap pencapaian SDGs terdokumentasi secara akuntabel, terukur, dan berkelanjutan.

SDG 1 SDG 4 SDG 9
Baca selengkapnya