Berita · Pengabdian Masyarakat · 22 August 2026

SDGs Center Universitas Gorontalo Perkuat Kapasitas Mahasiswa dengan Inovasi Berbasis SDGs

Blog image

Gorontalo – Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi inovatif, terhadap berbagai tantangan pembangunan melalui integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi digital. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Pusat Studi SDGs Centre UNG, Raghel Yunginger,di Gorontalo, Minggu (10/4/2026) Raghel menyatakan, kontribusi mahasiswa sangat penting untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat secara berkelanjutan dan terukur sesuai target Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. "Mahasiswa memiliki peran penting dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan pembangunan. Peluang kolaborasi dan penguatan kapasitas mahasiswa harus terus diperluas agar kontribusi terhadap pencapaian SDGs semakin nyata," ujar Raghel. Raghel menyatakan, program itu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengalaman sukses, seperti pada program Innovillage. Sedangkan, Ketua Panitia, Lia Amalia, menyebutkan bahwa peserta diwajibkan menyusun karya tulis inovatif sebagai tindak lanjut pelatihan. Pelatihan yang bekerja sama dengan lembaga internasional Jerman, Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ),bertujuan membekali mahasiswa semester 2 dan 4 dari seluruh fakultas untuk menyusun gagasan inovatif berbasis potensi daerah. Beberapa inovasi yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut di antaranya adalah pengembangan produk Virgin Coconut Oil (VCO) dan tepung kelapa oleh kelompok Coco Health untuk penguatan ekonomi lokal. Selain itu, terdapat inovasi aplikasi VIDA Digital yang berfokus pada dukungan mental dan edukasi bagi penyintas HIV/AIDS guna mengurangi stigma di masyarakat melalui pendekatan digital. Ketua Panitia, Lia Amalia, menyebutkan bahwa peserta diwajibkan menyusun karya tulis inovatif sebagai tindak lanjut pelatihan. Berdasarkan hasil penilaian tim juri, karya tulis terbaik pertama diraih oleh Rayyan Zulfanifalh Lasanuddin dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan, disusul Nalar Fakhrurozi Moridu dari Fakultas Kedokteran di posisi kedua, dan Moh. Aditya Maulana Daud dari Fakultas Teknik di posisi ketiga. Kegiatan pelatihan penguatan pemahaman SDGs dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UNG, Abdul Hafidz Olii. Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, perwakilan Bappeda Provinsi Gorontalo, dan Advisor GIZ ini menghadirkan narasumber nasional seperti Runik Machfiroh dari Telkom University, Maghdalena Pakaya, serta Sri Sutarni Arifin. Agenda ditutup oleh Advisor GIZ di Gorontalo, Bobi R. Payu, yang menekankan pentingnya kemitraan multipihak dalam investasi pembangunan jangka panjang.