Pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan drastis wisatawan dan pendapatan Desa Wringinsongo (Kec. Tumpang, Kab. Malang) yang memiliki potensi wisata alam (pemandian) dan kuliner. Permasalahan utama yang dihadapi adalah manajemen konvensional, minimnya promosi digital, dan keterbatasan keterampilan TI masyarakat. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim mengembangkan Sistem Informasi Strategi Pemulihan Ekonomi Wisata berbasis website terintegrasi Virtual Tour 360° untuk mendorong promosi, penjualan tiket online, dan pemulihan ekonomi lokal di era new normal. Sistem Informasi Strategi Pemulihan Ekonomi Wisata berbasis website ini dibangun dengan framework Laravel dan basis data MySQL. Sistem memiliki 8 menu utama: beranda, destinasi wisata, Virtual Tour 360° berbasis JavaScript, pemesanan tiket online terintegrasi payment gateway, UMKM & kuliner, kalender acara, dashboard superadmin untuk perangkat desa, serta kontak & informasi. Sistem juga dilengkapi SOP pelatihan pengelolaan portal bagi perangkat desa (superadmin) dan pelaku UMKM (pemasaran digital). Dalam pengembangannya, risiko yang teridentifikasi meliputi keterbatasan keahlian teknis perangkat desa dalam jangka panjang yang dapat menyebabkan konten portal tidak diperbarui secara rutin sehingga informasi menjadi usang. Risiko tersebut dapat dimitigasi melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan serta perancangan dashboard dengan antarmuka yang intuitif. Selain itu, terdapat risiko ketergantungan pada satu sistem terpusat melalui superadmin desa yang dapat mengganggu operasional apabila terjadi pergantian personel pengelola. Untuk mengatasinya, diperlukan SOP pengelolaan secara tertulis serta regenerasi admin sistem secara berkala. Sistem dirancang agar dapat dikelola mandiri oleh perangkat Desa Wringinsongo. Ke depan, saran pengembangan lanjutan meliputi: fitur Augmented Reality (AR), diversifikasi paket wisata tematik, penguatan branding digital (SEO, kolaborasi influencer), pelatihan lanjutan berkala, infrastruktur wisata ramah lingkungan, penguatan kolaborasi multi-pihak, serta monitoring dan evaluasi berkala terhadap kinerja sistem dan dampak ekonominya.