STRATEGI DAN PROGRAM KERJA SDGs POLINEMA

Pilih sebuah Goal untuk menjelajahi target, indikator, dan pengetahuan yang saling terhubung.

01

Kemiskinan
(Poverty)

Mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya di setiap tempat.

04

Pendidikan
(Education)

Menjamin pendidikan yang berkualitas, inklusif dan adil, meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.

07

Energi
(Energy)

Menjamin akses terhadap energi yang terjangkau (terbeli), andal, berkelanjutan, dan modern, bagi semua.

09

Infrastruktur
(Infrastructure)

Membangun infrastuktur (prasarana) yang awet/ kuat, meningkatkan industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, mendukung inovasi.

17

Keberlanjutan
(Sustainability)

Memperkuat cara implementasi dan merevitalisasi (menghidupkan kembali) kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan.

TUGAS DAN FUNGSI

Research Center Kajian Sustainable Development Goals (SDGs) Politeknik Negeri Malang bertugas dan berfungsi untuk:

  • Merumuskan program kerja dan strategi Politeknik Negeri Malang terkait pencapaian target SDGs
  • Melaksanakan koordinasi kegiatan penelitian, pendidikan, pelatihan, dan pengabdian masyarakat yang mendukung implementasi SDGs
  • Membangun jejaring kerja sama dengan lembaga internasional, pemerintah, dan organisasi masyarakat terkait SDGs
  • Melaksanakan koordinasi pengumpulan data, publikasi dan pelaporan kegiatan Politeknik Negeri Malang yang berkaitan dengan SDGs
  • Mendukung kegiatan internasionalisasi Politeknik Negeri Malang melalui pelaksanaan program SDGs
  • Memberikan masukan dan rekomendasi kepada pimpinan Politeknik Negeri Malang terkait kebijakan pencapaian SDGs
  • Menyusun laporan tahunan terkait pencapaian dan perkembangan program SDGs di lingkungan Politeknik Negeri Malang
  • Menyelenggarakan seminar, lokakarya, dan diskusi ilmiah tentang isu-isu terkini terkait SDGs
  • Memfasilitasi pengembangan kapasitas dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan terkait implementasi SDGs
  • Mengembangkan dan mengelola sistem informasi terkait pencapaian SDGs di lingkungan Politeknik Negeri Malang

TOPIK RISET DAN PENDAMPINGAN PROGRAM YANG AKAN DIKEMBANGKAN OLEH PUSAT KAJIAN SDG POLINEMA

  • Kebijakan dan program yang telah dijalankan oleh pemerintah dan pemerintah daerah terkait tujuan SDGs
  • Evaluasi terhadap ketercapaian dan kesiapan pemerintah daerah dalam menjalankan program SDGs terutama upaya yang telah dilakukan sesuai dengan 17 Tujuan SDGs dan prioritas pembangunan yang telah dijalankan
  • Dampak program SDGs yang telah dijalankan oleh pemerintah dan pemerintah daerah termasuk potensi apa yang dimiliki yang dapat mendukung SDGs serta kendala-kendala yang dihadapi

  • Pengembangan Kawasan (wisata dll) berbasis masyarakat yang terintegrasi sehingga dapat menghasilkan dampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Dampak dapat diukur menggunakan indicator SDGs yang telah dikembangkan oleh BPS dan disesuaikan dengan kebutuhan
  • Promosi potensi (misalnya wisata, produk unggulan atau program) yang berdampak pada perekonomian di suatu wilayah
  • Penyusunan dan implementasi program pemberdayaan masyarakat terutama untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pengembangan usaha

  • Pengembangan kualitas Pendidikan terutama untuk menjamin mutu Pendidikan di daerah
  • Inklusi dan Kesetaraan Akses Pendidikan (Strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah regular; Evaluasi akses pendidikan anak di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar); Peran kebijakan afirmatif dalam menekan angka putus sekolah di tingkat menengah)
  • Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Pembelajaran (Riset efektivitas platform digital dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa; Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai media pengajaran adaptif di sekolah pelosok; Kesenjangan infrastruktur digital terhadap kualitas belajar mengajar)
  • Mutu Pengajaran dan Pembelajaran Sepanjang Hayat (Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru dalam mendukung mutu sekolah,; Pengembangan kurikulum vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri lokal; Efektivitas program pelatihan keterampilan kerja bagi masyarakat dewasa atau putus sekolah)

  • Pengembangan Teknologi Energi Terbarukan (Riset Sel/Panel Surya, Bioenergi dan Biomassa: Pemanfaatan limbah organik atau pertanian untuk bahan bakar alternatif pengganti fosil, Energi Mikro-hidro dan Angin: Optimalisasi turbin skala kecil untuk daerah terpencil dan kepulauan)
  • Efisiensi Energi dan Sistem Jaringan Pintar (Smart Grid & Microgrid: Integrasi suplai listrik terbarukan yang tidak stabil ke dalam sistem distribusi utama; Manajemen Energi Pintar: Otomatisasi kontrol daya pada bangunan atau industri untuk menekan pemborosan Listrik; Material Konstruksi Hijau: Desain bangunan hemat energi yang memaksimalkan sirkulasi dan pencahayaan alami)
  • Kebijakan Energi (Analisis Kebijakan Transisi: Studi efektivitas regulasi bauran energi nasional dan subsidi energi tepat sasaran; Model Bisnis Energi Kerakyatan: Kelayakan finansial pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atap atau komunal di pedesaan; Dampak Pemerataan Akses: Evaluasi tingkat keandalan dan keterjangkauan listrik bagi kelompok rentan)

  • Transformasi Digital dan Teknologi (Analisis kesiapan adopsi kecerdasan buatan (AI) atau IoT pada operasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal; Perancangan sistem informasi atau e-government berbasis website untuk efisiensi layanan publik dan tata kelola daerah; Studi evaluasi penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model) pada sistem logistik dan rantai pasok digital)
  • Industri Hijau dan Berkelanjutan (Strategi pengembangan industri hijau ramah lingkungan pada sektor Industri Kecil Menengah (IKM); Pemanfaatan limbah atau produk samping industri menjadi material konstruksi alternatif yang bernilai ekonomis; Kajian model bisnis sirkular (circular economy) guna menekan angka emisi karbon dan limbah pabrik)
  • Infrastruktur Tangguh dan Cerdas (Analisis perbandingan daya tahan material perkerasan jalan raya yang ramah lingkungan; Evaluasi ketahanan infrastruktur jembatan atau fasilitas umum terhadap risiko bencana alam; Pengembangan sistem transportasi publik terintegrasi untuk mendukung konektivitas wilayah yang adil)

  • Model integrasi dan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan masyarakat untuk pembangunan berkelanjutan
  • Kemitraan dan Kolaborasi Global (Evaluasi efektivitas kerja sama pemerintah dan swasta (KPS/PPP) untuk proyek infrastruktur berkelanjutan; Analisis peran organisasi internasional dalam mempercepat pencapaian target pembangunan daerah; Strategi peningkatan kolaborasi riset lintas negara untuk isu perubahan iklim)
  • Keuangan dan Investasi (Model pembiayaan campuran (blended finance) untuk pendanaan program pembangunan berkelanjutan; Analisis dampak investasi asing langsung terhadap transfer teknologi ramah lingkungan di negara berkembang; Optimalisasi pajak digital dan sumber pendanaan domestik untuk anggaran SDGs)
  • Teknologi, Data, dan Kapasitas (Transfer teknologi hijau dan hambatan adopsinya di sektor usaha kecil dan menengah; Pemanfaatan mahadata (big data) dan kolaborasi statistik nasional untuk pemantauan indikator SDGs; Penguatan kapasitas kelembagaan lokal dalam mengelola data pembangunan yang transparan)

Berita Terbaru Pengabdian Masyarakat

Ikuti kabar terbaru kegiatan pengabdian masyarakat Polinema yang mendorong kolaborasi, inovasi, dan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Pengembangan Konten Visual Menarik untuk Memperkuat Kesadaran Merek Produk "Sari Kunyit Asem WR9" Desa Wringinsongo, Kabupaten Malang
09 October 2026

Pengembangan Konten Visual Menarik untuk Memperkuat Kesadaran Merek Produk "Sari Kunyit Asem WR9" Desa Wringinsongo, Kabupaten Malang

UMKM “Sari Kunyit Asem WR9” di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang memproduksi minuman tradisional berbasis rempah dengan kualitas baik, namun menghadapi rendahnya kesadaran merek (brand awareness) akibat keterbatasan promosi digital. Pelaku usaha juga belum memiliki kemampuan memadai dalam membuat konten visual yang menarik dan konsisten, sehingga pesan pemasaran sulit tersampaikan secara efektif di platform e-commerce dan berdampak pada potensi penjualan serta pertumbuhan usaha. Untuk menjawab permasalahan tersebut, metode dilaksanakan melalui 5 tahap. Tahap pertama adalah interaksi sosial dan pendekatan partisipatif dengan mitra. Tahap kedua adalah komunikasi dan identifikasi masalah, termasuk penyusunan analisis Segmentation-Targeting-Positioning (STP). Tahap ketiga adalah penyusunan konsep desain konten visual (warna, layout, font) dengan pemanfaatan tools sederhana seperti Canva. Tahap keempat adalah pelaksanaan pengembangan konten meliputi pengambilan gambar, pemilihan dan penyusunan visual, editing menggunakan aplikasi desain, finalisasi layout, penyusunan caption dan copywriting berbantuan AI (ChatGPT), serta pengunggahan cover etalase dan foto produk ke e-commerce Shopee. Terakhir, tahap kelima adalah monitoring dan evaluasi melalui metrik media sosial (engagement rate, reach, impression) serta evaluasi kualitatif bersama mitra. Hasilnya, pada indikator kesadaran merek (brand awareness) dan kualitas konten promosi, terdapat dampak perbaikan bahwa tersedia konten visual informatif dan estetis (banner toko, deskripsi produk, panduan penyimpanan, layanan pelanggan) yang terpublikasi di Shopee setelah sebelumnya konten visual belum menarik dan konsisten; promosi digital terbatas. Kemudian pada indikator performa/kunjungan toko pada e-commerce Shopee, terdapat tren kenaikan signifikan performa toko selama 30 hari (24 Mei–23 Juni 2025), dengan lonjakan pengunjung tertinggi pada 28 Mei 2025 serta produk terlaris kemasan 120 ml dan 350 ml setelah sebelumnya data awal kunjungan toko tidak dirinci dalam artikel. Evaluasi kualitatif bersama mitra menunjukkan peningkatan interaksi audiens, penguatan citra merek, dan meningkatnya kesadaran terhadap produk Sari Kunyit Asem WR9. Artikel tidak mencantumkan kutipan testimony tertulis dari mitra secara langsung. Dari sisi keberlanjutan, pada aspek Legalitas (SK/SOP), status ketersediaannya Belum Ada, karena tidak disebutkan dokumen SK/SOP formal terkait pengelolaan konten pemasaran dalam artikel. Kemudian pada aspek Rencana Kerja & Anggaran, status ketersediaannya Belum Ada, karena tidak disebutkan sumber anggaran maupun rencana kerja program secara rinci. Pada aspek Sumber Daya Manusia (SDM), status ketersediaannya Ada, karena pelaku UMKM Sari Kunyit Asem WR9 telah mendapat pendampingan dan terlibat aktif memproduksi konten. Selanjutnya pada aspek Fasilitas/Sarana-Prasarana, status ketersediaannya Ada, karena akun toko pada e-commerce Shopee telah aktif digunakan sebagai etalase produk. Pada aspek Teknologi yang Digunakan, status ketersediaannya Ada, karena digunakan aplikasi desain (Canva), teknologi AI (ChatGPT) untuk copywriting, dan platform e-commerce Shopee. Kemudian pada aspek Komitmen Mitra Lanjutan, status ketersediaannya Ada, karena terdapat rekomendasi agar pelaku usaha konsisten memanfaatkan e-commerce dan membangun identitas digital berkelanjutan. Pelaku usaha direkomendasikan untuk secara konsisten memanfaatkan platform e-commerce sebagai media utama promosi dan penjualan, membangun identitas digital yang berkelanjutan melalui strategi komunikasi yang mencerminkan nilai produk, serta mengeksplorasi platform e-commerce lain (Tokopedia, TikTok Shop, Instagram Shopping) untuk memperluas jangkauan pemasaran di masa mendatang.

SDG 1 SDG 4 SDG 9 SDG 17
Baca selengkapnya
Pembuatan E-Catalog Guna Upaya Peningkatan Ekonomi Desa Wringinsongo di Era New Normal
09 October 2026

Pembuatan E-Catalog Guna Upaya Peningkatan Ekonomi Desa Wringinsongo di Era New Normal

Pandemi Covid-19 menyebabkan sepinya pengunjung wisata di kawasan wisata Desa Wringinsongo sehingga pembelian produk UMKM menurun signifikan, bahkan produk olahan makanan seperti jamu dan keripik harus dibuang karena kadaluarsa. Kondisi kelangkaan pembeli tersebut membutuhkan penanganan segera berupa penambahan bentuk promosi online agar UMKM Desa Wringinsongo dapat menjangkau pembeli yang berada di luar kawasan wisata. Untuk menjawab permasalahan tersebut, program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu survei dan analisis data primer ke Desa Wringinsongo; penjelasan kegiatan dan penandatanganan kontrak dengan ketua UMKM; pelaksanaan pretest pengetahuan promosi online; pelaksanaan presentasi dan tanya jawab penggunaan E-catalog (materi pengenalan E-catalog, contoh penggunaan, simulasi melalui smartphone, dan sesi tanya jawab); pelaksanaan posttest; serta monitoring dan evaluasi. E-catalog dibangun berbentuk website yang menampilkan judul laman, gambar produk yang tertaut (link) ke informasi detail berupa komposisi, harga, dan nomor kontak, serta dilengkapi barcode/QR code agar calon pembeli dapat langsung mengakses laman tanpa mengetik alamat web. Hasilnya, pada indikator pemahaman peserta tentang media promosi online (E-catalog), terdapat dampak perbaikan berupa peningkatan pemahaman peserta yang cukup signifikan, ditunjukkan dengan rata-rata nilai pretest sebesar 31,94% yang meningkat menjadi 67,35% pada posttest (naik 35,41%), setelah sebelumnya peserta belum begitu memahami media promosi online tersebut. Selain itu, pada indikator ketersediaan media promosi online bagi UMKM Desa Wringinsongo, terdapat peningkatan berupa tersedianya website E-catalog beserta barcode yang dapat diakses baik melalui komputer maupun smartphone untuk mendukung promosi online sekaligus transaksi offline, setelah sebelumnya promosi produk hanya dilakukan secara offline dan sangat bergantung pada pengunjung wisata desa. Hasil kuesioner kepuasan mitra menunjukkan nilai yang sangat baik terhadap kebermanfaatan E-catalog. Peserta terlihat sangat memahami materi hingga tidak menimbulkan pertanyaan pada akhir sesi, dan kepala desa menyampaikan apresiasi atas program ini sebagai sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Dari sisi keberlanjutan, tidak disebutkan dokumen legalitas (SK/SOP) formal dalam artikel; hanya terdapat kontrak kegiatan dengan ketua UMKM Desa Wringinsongo. Rencana kerja dan anggaran juga tidak disebutkan secara eksplisit maupun dirinci sumber anggarannya. Ketersediaan SDM ada, yaitu tim pengabdian yang berlatar belakang sistem informasi (Teknik Elektro Polinema) dan berpengalaman dalam pembuatan website. Terdapat fasilitas/sarana prasarana berupa website E-catalog dan barcode yang telah selesai dibuat dan dapat diakses, didukung dengan teknologi platform website E-catalog serta barcode/QR code untuk kemudahan akses. Selain itu, terdapat pula komitmen mitra lanjutan berupa saran agar pengabdian dapat dilanjutkan dengan memperpanjang domain dan melengkapi fitur E-catalog secara lebih baik. Disarankan diadakan kegiatan pengabdian yang serupa sehingga masa sewa domain E-catalog dapat diperpanjang dan fitur E-catalog dapat dilengkapi dengan lebih baik. Pelaku UMKM juga disarankan memanfaatkan barcode yang telah dibuat dengan meletakkannya di tempat-tempat strategis agar memudahkan calon pembeli mengakses katalog produk.

SDG 1 SDG 4 SDG 9
Baca selengkapnya
Peningkatan Eksposur Digital UMKM Desa Wringinsongo Kabupaten Malang Melalui Perancangan Katalog Digital.
09 October 2026

Peningkatan Eksposur Digital UMKM Desa Wringinsongo Kabupaten Malang Melalui Perancangan Katalog Digital.

Desa Wringinsongo memiliki potensi produk UMKM yang beragam (kerajinan lokal, makanan khas, hasil pertanian) dengan nilai pasar tinggi, namun banyak UMKM kesulitan mempromosikan produknya secara efektif di era digital. Keterbatasan aksesibilitas, minimnya pemahaman pemasaran digital, dan kurangnya materi promosi berkualitas menjadi permasalahan utama yang menghambat pertumbuhan UMKM di desa ini. Untuk menjawab permasalahan tersebut, program dilaksanakan dalam 4 tahap. Tahap pertama adalah analisis kebutuhan melalui wawancara dan observasi. Tahap kedua adalah pengembangan katalog digital bekerja sama dengan tim desain grafis dan fotografer profesional. Tahap ketiga adalah pelatihan pemasaran digital (media sosial, marketplace, teknik digital marketing). Tahap keempat adalah pendampingan serta evaluasi implementasi. Katalog digital mencakup foto produk berkualitas tinggi, deskripsi produk menarik, dan informasi harga kompetitif, yang diunggah ke berbagai platform digital termasuk media sosial dan marketplace. Hasilnya, pada indikator kualitas foto dan materi promosi produk, terdapat dampak perbaikan bahwa foto produk profesional dengan desain kemasan visual menjadi lebih menarik setelah sebelumnya foto produknya sederhana. Kemudian pada indikator eksposur produk di platform digital, terdapat peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan dalam tiga bulan pertama sejak katalog diunggah karena sebelumnya belum optimal secara jangkauan pasar yang terbatas. Dari sisi keberlanjutan, tidak disebutkan dokumen legalitas (SK/SOP) formal dalam artikel. Rencana kerja dan anggaran juga tidak disebutkan secara eksplisit. Ketersediaan SDM ada dan telah mengikuti pelatihan pemasaran di media sosial dan marketplace. Terdapat fasilitas/sarana prasarana berupa kamera digital, perangkat lunak desain grafis, dan akses internet yang digunakan dalam produksi katalog. Teknologi yang digunakan yaitu media sosial dan platform marketplace sebagai media pengunggahan katalog digital. Pada komitmen mitra, disebutkan pula harapan keberlanjutan program melalui pendampingan lebih lanjut dan monitoring berkala. Maka, dapat disimpulkan bahwa dampak positif program diharapkan dapat berkelanjutan melalui pendampingan lebih lanjut dan monitoring performa katalog secara berkala, agar UMKM semakin mandiri dalam mengelola strategi pemasaran digital dan memperluas jangkauan pasar.

SDG 1 SDG 4 SDG 9
Baca selengkapnya
Pelatihan dan Pendampingan Penguatan Kapasitas Usaha dan Legalitas UMKM Desa Wringinsongo Kabupaten Malang
09 October 2026

Pelatihan dan Pendampingan Penguatan Kapasitas Usaha dan Legalitas UMKM Desa Wringinsongo Kabupaten Malang

UMKM Desa Wringinsongo, khususnya di sektor pangan olahan, menghadapi lemahnya administrasi usaha (belum ada pemisahan uang pribadi dan uang usaha) serta ketiadaan legalitas formal seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), izin PIRT, sertifikasi halal, dan pendaftaran merek dagang. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya daya saing, keterbatasan akses pasar, serta minimnya peluang kerja sama dengan pemerintah maupun pihak swasta. Untuk menjawab permasalahan tersebut, program dilaksanakan melalui 5 tahap. Tahap pertama berupa pelatihan tatap muka dengan materi peran Dinas Koperasi, prosedur pengurusan NIB, PIRT, sertifikasi halal, dan pendaftaran merek dagang, serta strategi pemasaran digital. Tahap kedua adalah diskusi interaktif bersama narasumber dari Dinas Koperasi Kabupaten Malang. Tahap ketiga adalah pendampingan teknis berupa praktik langsung pengurusan dokumen legalitas (pendaftaran NIB melalui sistem OSS, pengajuan PIRT, pengumpulan dokumen sertifikasi halal dan merek dagang). Tahap keempat adalah fasilitasi pengurusan legalitas secara langsung oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang bagi 30 peserta UMKM. Terakhir, tahap kelima adalah evaluasi kegiatan melalui wawancara, observasi, diskusi kelompok, serta peninjauan dokumen legalitas yang berhasil diurus. Hasilnya, pada indikator pemahaman peserta tentang legalitas usaha, terjadi peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Peserta yang sebelumnya belum memahami secara menyeluruh mengenai NIB, PIRT, sertifikasi halal, dan merek dagang menjadi lebih memahami pentingnya legalitas usaha untuk mendukung pengembangan usaha. Selain itu, pada indikator kepemilikan izin usaha formal, terjadi peningkatan jumlah peserta yang memiliki izin usaha formal. Peserta yang sebelumnya belum memiliki NIB, PIRT, maupun sertifikasi halal mulai memiliki atau mengurus izin tersebut, sehingga usaha peserta menjadi lebih tertib secara administratif dan memiliki legalitas yang lebih jelas. Pada aspek keberlanjutan dan sumber daya, program didukung oleh ketersediaan legalitas berupa NIB, PIRT, dan/atau sertifikasi halal yang telah diperoleh oleh 90% peserta melalui fasilitasi Dinas Koperasi. Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh rencana kerja dan anggaran melalui skema Hibah Pemberdayaan Desa Binaan Multi Tahun dari Kemendiktisaintek, serta sumber daya manusia berupa tim pengabdian dosen lintas jurusan Polinema dan narasumber dari Dinas Koperasi Kabupaten Malang. Dari sisi fasilitas, kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Wringinsongo dengan dukungan sistem OSS untuk proses pengurusan legalitas usaha. Teknologi OSS juga digunakan dalam pendaftaran NIB secara digital sehingga mempermudah peserta dalam mengurus legalitas usahanya. Selain itu, terdapat komitmen mitra untuk keberlanjutan program melalui jejaring kolaborasi antara UMKM dan Dinas Koperasi dalam bentuk pembinaan dan pendampingan lanjutan. Dengan demikian, keberlanjutan program didukung oleh aspek legalitas, pendanaan, SDM, fasilitas, teknologi, dan komitmen mitra.

SDG 1 SDG 4 SDG 9
Baca selengkapnya

Berita Terbaru Riset & Publikasi

Inovasi, paten, dan publikasi Polinema yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals.