Pengembangan Konten Visual Menarik untuk Memperkuat Kesadaran Merek Produk "Sari Kunyit Asem WR9" Desa Wringinsongo, Kabupaten Malang
UMKM “Sari Kunyit Asem WR9” di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang memproduksi minuman tradisional berbasis rempah dengan kualitas baik, namun menghadapi rendahnya kesadaran merek (brand awareness) akibat keterbatasan promosi digital. Pelaku usaha juga belum memiliki kemampuan memadai dalam membuat konten visual yang menarik dan konsisten, sehingga pesan pemasaran sulit tersampaikan secara efektif di platform e-commerce dan berdampak pada potensi penjualan serta pertumbuhan usaha. Untuk menjawab permasalahan tersebut, metode dilaksanakan melalui 5 tahap. Tahap pertama adalah interaksi sosial dan pendekatan partisipatif dengan mitra. Tahap kedua adalah komunikasi dan identifikasi masalah, termasuk penyusunan analisis Segmentation-Targeting-Positioning (STP). Tahap ketiga adalah penyusunan konsep desain konten visual (warna, layout, font) dengan pemanfaatan tools sederhana seperti Canva. Tahap keempat adalah pelaksanaan pengembangan konten meliputi pengambilan gambar, pemilihan dan penyusunan visual, editing menggunakan aplikasi desain, finalisasi layout, penyusunan caption dan copywriting berbantuan AI (ChatGPT), serta pengunggahan cover etalase dan foto produk ke e-commerce Shopee. Terakhir, tahap kelima adalah monitoring dan evaluasi melalui metrik media sosial (engagement rate, reach, impression) serta evaluasi kualitatif bersama mitra. Hasilnya, pada indikator kesadaran merek (brand awareness) dan kualitas konten promosi, terdapat dampak perbaikan bahwa tersedia konten visual informatif dan estetis (banner toko, deskripsi produk, panduan penyimpanan, layanan pelanggan) yang terpublikasi di Shopee setelah sebelumnya konten visual belum menarik dan konsisten; promosi digital terbatas. Kemudian pada indikator performa/kunjungan toko pada e-commerce Shopee, terdapat tren kenaikan signifikan performa toko selama 30 hari (24 Mei–23 Juni 2025), dengan lonjakan pengunjung tertinggi pada 28 Mei 2025 serta produk terlaris kemasan 120 ml dan 350 ml setelah sebelumnya data awal kunjungan toko tidak dirinci dalam artikel. Evaluasi kualitatif bersama mitra menunjukkan peningkatan interaksi audiens, penguatan citra merek, dan meningkatnya kesadaran terhadap produk Sari Kunyit Asem WR9. Artikel tidak mencantumkan kutipan testimony tertulis dari mitra secara langsung. Dari sisi keberlanjutan, pada aspek Legalitas (SK/SOP), status ketersediaannya Belum Ada, karena tidak disebutkan dokumen SK/SOP formal terkait pengelolaan konten pemasaran dalam artikel. Kemudian pada aspek Rencana Kerja & Anggaran, status ketersediaannya Belum Ada, karena tidak disebutkan sumber anggaran maupun rencana kerja program secara rinci. Pada aspek Sumber Daya Manusia (SDM), status ketersediaannya Ada, karena pelaku UMKM Sari Kunyit Asem WR9 telah mendapat pendampingan dan terlibat aktif memproduksi konten. Selanjutnya pada aspek Fasilitas/Sarana-Prasarana, status ketersediaannya Ada, karena akun toko pada e-commerce Shopee telah aktif digunakan sebagai etalase produk. Pada aspek Teknologi yang Digunakan, status ketersediaannya Ada, karena digunakan aplikasi desain (Canva), teknologi AI (ChatGPT) untuk copywriting, dan platform e-commerce Shopee. Kemudian pada aspek Komitmen Mitra Lanjutan, status ketersediaannya Ada, karena terdapat rekomendasi agar pelaku usaha konsisten memanfaatkan e-commerce dan membangun identitas digital berkelanjutan. Pelaku usaha direkomendasikan untuk secara konsisten memanfaatkan platform e-commerce sebagai media utama promosi dan penjualan, membangun identitas digital yang berkelanjutan melalui strategi komunikasi yang mencerminkan nilai produk, serta mengeksplorasi platform e-commerce lain (Tokopedia, TikTok Shop, Instagram Shopping) untuk memperluas jangkauan pemasaran di masa mendatang.
Baca selengkapnya